Selasa, 12 Oktober 2010

pembuatan media agar

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Medium adalah bahan yang terdiri dari campuran zat-zat untuk menambahkan mikroba. Selain itu juga berguna untuk isolasi sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba dalam suatu bahan.
Begitu tersedia kodisi yang memuaskan untuk kultivasi, maka reproduksi dan pertumbuhan bakteri dapat diamati dan diukur, untuk menentukan pengaruh berbagai kondisi baik terhadap reproduksi dan pertumbuhan bakteri tersebut, dan untuk menentukan perubahan-perubahan apa saja yang dihasilkan oleh bakteri di dalam lingkngan tumbuhnya.
Mikrobiologi adalah satu ilmu yang mempelajari kehidupan dan mikroba organisme hidup yang berukuran mikro atau sangat renik. Mikroorganisme ini sangaterat kaitannya denga kehidupan, baik yang bermanfaat atau merugikan makhluk hidup yang lainnya. Ada diantara mereka yang hidup dalam media agar yang dapat menyebabkan penyakit ataupun menguntungkan misalnya dalam proses pembutan anggur, keju, yogurt, produksi penisilin dan proses pembuangan limbah (Tortora, 1992 : 22).
Untuk menelaah bakteri di laboratorium kita harus dapat menumbuhkan bakteri dalam biakan murni.Untuk melakukan hal itu, haruslah mengerti jenis-jenis nutrient yang disyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkngan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya. Dalam pembuatan medium harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut :
1. Mengandung semua zat yang mudah digunakan oleh mikroba.
2. Tidak mengandung zat penghambat pertmubuhan.
3. Mempunyai tekanan osmose dan tekanan muka.
4. Mempunyai derajat keasaman (pH) yang sesuai.
5. Dan dalan keadaam seteril.


Medium dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Berdasarkan susunan kimianya, yaitu medium organic, medium anorganik, medium sintetik dan medium nonsintetik.
2. Berdasarkan konsistensi medium yaitu medium cair, padat dan semi padat.
3. Berdasarkan fungsi yaitu diperkaya, spesifik, perhitungan penguji dan khusus.
Dalam pembuatan media agar ini, dilakukan dengan pembuatan Media agar OF, Media agar TS, Media agar MR, Media agar TSI, dan Media uji agar indole, yang telah disiapkan dan diseterilkan. Setelah disterilkan semua media tersebut didapatkan berbagai warna, seperti : Media agar OF berwarna hijau, Media agarTS berwarna kuning, Media agar MR berwarna kuning keruh,
Media agar TSI kuning gelap, Media agar uji indole berwarna kuning bening. Tidak ada satupun perangkat kondisi yang memuaskan kultivasi semua bakteri di laboratorium. Bakteri amat beragam baik dalam persyaratan nutrisi maupun fisiknya. Beberapa bakteri mempunyai persyaratan nutrient yang sederhana, sedangkan yang lain mempunyai persyaratan yang rumit. Beberapa spesies tumbh pada suhu serendah 0 0C, sedangkan yang lain tumbuh pada suhu 75 0C. Beberapa membutuhkan oksigen bebas,sedangkan yang lain dihambat oleh oksigen. Karena alasan ini, maka kondisi harus disesuaikan sedemikian sehingga menguntungkan bagi kelompok bakteri tertentu yang sedang ditelaah.

B. Tujuan
Untuk membuat berbagai media agar yang digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri.








II. TINJAUAN PUSTAKA
Media alamiah, misalnya uji media agar OF, media agar TS, media agar TSI dan media agar Indole, tidak menimbulkan masalah di dalam penyiapannya sebagai media; hanya semata-semata dituang ke dalam wadah-wadah yang sesuai seperti tabung reaksi atau cawan petri dan disterilkan sebelum digunakan. Pada bahan mentah media agar cirri-cirinya adalah suatu karbohidrat kompleks yang diperoleh dari algae marin tertentu diolah untuk membuang substansi yang tidak dikehendaki. Dan nilai nutrisinya digunakan sebagai bahan pemadat media agar yang lebur dalam larutan cair akan membentuk gel bila suhu dikurangi sampai di bawah 45 0C, agar tidak merupakan sumber nutrient bagi bakteri. Pada praktisnya semua media tersebut secara komersial dalam bentuk bubuk, dan juga dalam bentuk siap pakai di dalam cawan-cawan petri, tabung reaksi atau botol.
Keragaman yang luas dalam tipe nutrisi diantara bakteri diimbangi oleh tersedianya berbagai media yang banyak macamnya untuk kultivasinya. Substansi-substansi rumit tertentu seperti pepton, ekstrak daging, dan kadang ekstrak khamir dilarutkan dalam air dengan jumlah bermacam-macam, sehingga menghasilkan media yang menunjang pertumbuhan berbagai ragam bakteri dan mikroorganisme lain. Bila diinginkan medium padat maka digunakan agar sebagai pemadat. Contoh-contoh medium cair dan padat yang relatif sederhana yang menunjang pertumbuhan banyak heterotrof yang umum ialah kaldu nutrient dan agar nutrient.
Menurut Suryawiris (1986 :145), supaya mikrobia dapat tumbuh dengan baik didalam medium, dilakukan beberapa cara, yaitu :
1. Media harus mengandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikrobia.
2. Media sesuai dengan mikroba tersebut.
3. Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditumbuhi mikroba yang dimaksud, media tersebut tidak ditumbuhi oleh mikrobia yang lain mikrobia yang tidak diharapkan pertumbuhannya.
Penyiapan media bakteriologi selain media selain media almiah mengikuti langkah-langkah berikut ;
1. Setiap komponen, atau medium terhidrasi yang lengkap, dilarutkan dalam air suling dengan volume yang sesuai.
2. pH (derajat kemasaman atau kebasaan) medium fluida di tentukan dan disesuaikan (dengan penambahan larutan basa atau asam) dengan nilai yang optimum bagi pertumbuhan bakteri yang akan dikultivasi. pH ditentukan dengan menggunakan indikator pH atau pH meter.
3. Medium tersebut dituangkan ke dalam wadah yang sesuai seperti tabung reaksi, cawan petri, atau botol dan ditutup dengan sumbat kapas atau tutup plastik atau logam sebelum disterilisasi.
4. Medium itu disterilkan, biasanya dengan menggunakan autoklaf, proses ini menggunakan panas dibawah tekanan uap.
Mikroorganisme autotrof dapat tumbuh dalam media yang sederhana karena mikrobia ini mempunyai kemampuan mensistensi bahan organik menjadi karbohidrat protein, asam nukleat, lipid dan vitamin serta kompleks organik lainnya. Untuk bakteri heterotrof berbahan mentah seperti pepton, ektrak daging, ekstrak ragi yang menyebabkan media tersebut dapat digunakan oleh berbagai bakteri (Lay, 1992 : 225).
Medium ilmiah tidak menimbulkan masalah dalam penyimpanan sebagai medium, hanya semata-mata dapat dituangkan dalam wadah yang sesuai seperti dalam tabung reaksi yang disterilkan (Pelcsar, 1996 : 67).
Bila suatu medium telah diketahui secara rinci komposisinya media tersebut disebut media sintetik. Medium nonsintetik mempergunakan bahan-bahan yang kaya akan zat-zat dan unsur hara yang tidak diketahui kandungannya secara pasti (Lay, 1992 : 225).


III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 Mei 2007, pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan BDA, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Inderalaya.

B. Alat dan Bahan
Alat yang akan digunakan pada pembuatan media agar adalah antara lain ;
- Tabung reaksi
- Erlenmeyer
- Cawan petri
Dan bahan yang akan digunakan antara lain ;
- Media agar uji TS
- Media agar uji OF
- Media agar uji TSI
- Media agar uji MR
- Media agar uji indole

C. Cara Kerja
1. Bahan masing-masing media dimasukkan kedalam erlenmeyer, dilarutkan dengan aquadest.
2. Bila bahan tidak larut dengan aquadest, bahan tersebut didihkan bersama aquadest.
3. Bila sudah larut, erlenmeyer kemudian ditutup dengan aluminium foil dan dimasukkan dalam autoklaf.
4. Setelah steril, didapatkan berbagai media dengan berbagai warna, kemudian media dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditutup dengan kapas.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Dalam praktikum Pembuatan Media Agar didapatlah hasilnya sebagai berikut :
1. Media agar uji TS berwarna : kuning
2. Media agar uji MR berwarna : Kuning keruh
3. Media agar uji OF berwarna : Hijau
4. Media agar uji TSI berwarna : kuning gelap
5. Media agar uji indole berwarna : kuning bening












B. Pembahasan
Pada praktikum ini digunakan medium :
Media agar uji TS, Media agar uji OF, Media agar uji MR, Media agar uji TSI, dan Media agar uji indole yang sudah disterilkan. Dan adapun medium yang digunakan nutrient agar digunakan untuk menambahkan bakteri dan plate count agar (PCA) digunakan sebagai medium untuk menumbuhkan jamur. PCA ini jarang digunakan karena tidak spesifik dan juga selain menumbuhkan bakteri, jamur juga ikut tumbuh. Jadi kita hendak salah satu harus dilakukan dengan cara isolasi terlebih dahulu.
Media yang telah ada diatas disterilkan beserta alat-alatnya. Kemudian media dicampur dengan aquadest dan dipanaskan dengan hotplate dan diaduk. Setelah diperoleh media yang telah dipanaskan tersebut dibagi kedalam beberapa tempat yang telah tersedia, misalnya pada cawan petri dan tabung reaksi. Tabung reaksi yang telah di sediakan diisikan dengan media-media agar yang telah disediakan. Tabung reaksi diletakkan dalam posisi yang berbeda-beda.
Pada semua media agar, dimasukkan dalam delapan tabung. Pada media agar diisi dengan masing-masing dua tabung, kecuali pada media agar uji OF. Untuk mendapatkan hasil yang steril tabung tersebut dimasukkan kedalam autoklaf. Hal ini dimasukkan kedalam autoklaf untuk mencegah terjadinya kontaminan yang masuk.
Selain itu, pada praktikum ini dilakukan pemanasan yang bertujuan untuk mencampur zat sampai menjadi homogen dan juga untuk sterilisasi. Pada praktikum ini tidak menggunakan plate count agar dikarenakan berfungsi untuk menumbuhkan bakteri dan jamur. Dalam pembuatan medium digunakan bertujuan untuk medium dicampur dengan aquadest.
Posisi peletakan tabung reaksi mempengaruhi banyak sedikitnya mikroba yang tumbuh, pada tabung reaksi pertumbuhan mikrobia lebih banyak karena luas diameter permukaan tabung lebih besar dibandingkan dengan tabung yang diletakkan pada posisi tegak (Suryawiris, 1986 : 56).
Menurut Suryawiris (1986), salah satu persyaratan untuk menumbuhkan mikrobia adalah tekanan osmose, hal ini untuk dimasukkan karena dapat digunakan untuk medium yang padat yang tumbuh didalam media tersebut adalah bakteri aerob (membutuhkan oksigen) oleh karena itu dibutuhkan tegangan osmose agar bakteri dapat tumbuh diatas permukaan dan memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk hidup.
Menurut Dwiseputro (1989 : 39), mikroba adalah suatu mikroorganisme yang hidup dan melakukan aktivitas seperti halnya makhluk hidup lainnya. Salah satunya mempunyai warna media yang tidak disterilakan karena terdapat kemugkianan ada mikroorganisme yang menempel atau yang terkontaminasi oleh mikroba yang ada diudara, angina atau yang ada didalam media itu sendiri. Sedangkan yang telah mengalami sterilisasi tidak mengalami sterilisasi tidak mengalami perubahan yang sangat berarti dan kemungkianan untuk terkontaminasi juga sangat kecil karenasebagian mikroba yang ada didalamnya sudah musnah karena mengalami pemanasan dengan suhu tinggi.







V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan didapatlah kesimpulannya sebagai berikut :
1. Suatu media telah diketahui secara rinci komposisi yang akan digunakan tersebut disebut dengan media sintetik.
2. Media yang digunakan harus dalam keadaan steril dan media tersebut tidak di tumbuhi oleh mikrobia .
3. Media yang digunakan untuk menumbuhkan mikrobia adalah Media agar uji TS, Media agar uji OF, Media agar uji TSI, Media agar uji MR, Media agar uji indole.
4. Dari praktikum yang telah dilakukan, setiap media agar akan diisi dalam dua tabung reaksi, kecuali pada media agar OF yang diisi dengan empat tabung reaksi.

B. Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini sebaiknya, sebelum praktikum dimulai terlebih dahulu, para praktikan harus mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan agar dapat berjalan berjalan dengan baik




DAFTAR PUSTAKA
Tortora. 1992. Biologi Sel. Angkasa Bandung : Bandung.
Lay, et al. 1992. Mikrobiologi Dasar. Gramedia : Jakarta.
Pelczar, Michael. 1996. Dasar-Dasar. Mikrobiologi. Universitas Indonesia : Jakarta.

Dwijoseputro. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan : Jakarta
Stanier. 1982. Mikrobiologi Dasar. Erlangga : Jakarta.









I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroorganisme seperti bakteri, kapang, khamir dapat dijumpai pada lingkungan di sekitar kita. Misalnya di udara, tanah, air, tubuh serta benda-benda yang ada disekitar kita. Bentuknya yang mikroskopis tidak memugkinkan kita untuk melihatnya dengan mata langsung tanpa bantuan mikroskop. Udara merupakan habitat yang banyak ditumbuhi oleh mikrobia, begitu juga dengan air, tanah dan benda-benda lainnya. Pada badan atau tubuh manusia juga ditemukan mikrobia karena badan manusia selalu kontak dengan ikan juga ditemukan mikrobia ada yang bersifat pathogen maka fungsi kulit serta lendir pada tubuh adalah melindungi infeksi mikrobia (Dwijoseptro, 1984).
Spesies mikroorganisme dapat dilakukan dengan pengidentifikasian dan dapat pula dibedakan cirri-cirinya dengan cara memisahkan terlebih dahulu spesiesnya dari orgaisme yang umum dijumpai dalam habitatnya sehingga perlu ditumbuhkan menjadi biakan murni. Mikroorganisme tidak bisa diamati secara langsung jika mereka berkembang dan membentuk suatu koloni, dengan demikian yang teramati pada suatu medium yang mengisolasi mikroorganisme merupakan bentuk-bentuk koloninya.
Bentuk-bentuk koloni yang diamati tersebut dapat menunjukkan jenis mikroorganisme yang berkembang pada medium, sehingga dapat diperkirakan mikroorganisme apa saja yang terdapat pada tubuh terutama pada bagian usus ikan. Isoplasi suatu mikroba adalah memeindahkan mirobia tersebut dari dalam tubuh ikan dan menumbuhkan sebagai biakan murni dalam medium buatan.
Cara-cara isolasi bakteri yaitu cara goresan dan cara taburan. Untuk memperoleh biakan murni dari suatu campuran di laboratorium ada beberapa cara yaitu dengan metode tuang Koch dan metode penggoresan lempeng agar. Pada metode tuang bakteri disebarkan di atas permukaan lempeng agar. Sedangkan metode penggoresan dikembangkan oleh Leoffler dan Gaffky dari laboratorium Koch (Burnie, 2000).
Pada umumya mikrobia tumbuh dalam populasi campuran untuk mengidentifikasi mikrobia, termasuk pengujian morfologi, fisiologi, dan serologi, sebelumnya perlu dilakukan isolasi dari habitatnya. Isolasi mikrobia ialah memindahkan mikrobia tersebut dari lingkngannya di alam dan menumbhkan sebagai biakan murni dalam medium buatan (Pelczar, 1986).
Populasi mikrobia di alam sekitar kita besar lagi kompleks. Beratus-ratus spesies berbagai mikrobia biasanya menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Mikobia itu terdapat dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Penelitian yang layak mengenai mkroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan tahnik untuk memisah-misahkan populasi campuran yang rumit ini, atau biakan campuran menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. Biakan murni ini terdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu induk. Isolasi suatu mikrobia adalah memindahkan mikroba tersebut dari lingkungannya di alam dan menumbuhkan sebagai biakan murni dalam medium butan. Biakan murni adalah biakan yang hanya terdiri dari populasi mikrobia yang berasal dari satu jenis mikrobia (Pelczar, 1986).

B. Tujuan
Ada pun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengisolasi mikrobia dengan berbagai metode atau teknik dan untuk mengisolasi bakteri dan jamur untuk mendapatkan biakan murni.





II. TINJAUAN PUSTAKA
Populasi mikrobia di dalam tubuh atau usus ikan sangat besar dan kompleks. Beratus-ratus spesies berbagai mikroba biasanya meghuni bermacam-macam bagian tubuh ikan atau saluran pencernaan ikan. Penelitian mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan tekhnik untuk memisahkan populasi campuran atau biakan campuran menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. Biakan murni ini terdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986).
Flora mikroba di lingkungan mana saja pada umumnya terdapat dalam populasi campuran. Boleh dikatan amat jarang mikroba dijumpai sebagai satu spesies tunggal di alam. Untuk mencirikan dan megidentifikasi suatu spesies mikroorganisme tertentu, pertama-tama spesies tersebut harus dapat dipisahkan dari organisme lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, lalu ditumbuhikan menjadi murni. Biakan murni ialah biakan yang sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal. Mengapa diperlukan biakan murni ! karena semua metode mikrobiologis yang digunakan untuk menelaah dan mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk penelaahan cirri-ciri kultur, morfologis, fisiologis, maupun serologis, memerlukan suatu populasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja (Parker, 2002).
Kebanyakan mikrobia tumbh dalam populasi campuran. Untuk mengidentifikasi mikrobia tersebut, termasuk pengujian morfologi, fisiologi, dan serologi, sebelumnya perlu dilakukan isolasi dari habitatnya. Isolasi mikrobia ialah memindahkan mikrobia tersebut dari lingkungannya di alam dan menumbuhkan sebagai biakan murni dalam medium buatan. Isolasi suatu mikriba ialah memindahkan mikroba tersebut dari lingkngannya di alam dan menumbuhkan sebagai biakan murni dalam medium buatan (Rigg, 2002).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar