Selasa, 12 Oktober 2010

pengenalan alat biokimia

I. PENDAHULUAN



A.Latar Belakang


Dalam prakteknya, seseorang yang mempelajari atau menekuni bidang kimia akan selalu dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan merugikan kehidupan manusia terutama bagi orang tersebut. Setidaknya ada tantangan bagi para ahli kimia untuk mempelajari hal – hal yang berbahaya itu. Selain bahan kimia, penggunaan peralatan juga penting dalam melakukan praktek di laboratorium kimia. Kesalahan penggunaan alatb dan bahan merupakan salah satu penyebab terjadinya hal-hal yang kurang mnguntungka atau berbahaya bagi dirinya maupun orang lain (Tutje, 2004).
Banyak hal yang terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan peralatan maupun bahan sehingga dapat menimbulkan kebakaran, menyebarkan gas beracun atau juga masuknya zat kimia ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan kematian. Akan tetapi banyak praktikan yang kadang-kadang masih belum menyadari akan bahaya zat kimia itu dan tidak mengindahkan pesan-pesan dari para pembimbingnya (Alimudin, 2005).
Selain mengenal nama alat-alat tersebut kita juga harus mengenal fungsi alat-alat tersebut. Kebanyakan para praktikan belum mengetahui benar apa fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium, walaupun mereka telah mengenal bentuk dan nama-nama alat tersebut. Dengan kita telah menenal nam, bentuk dan fungsi alat yang akan kita gunakan maka kita akan lebih mudah dalam melakukan praktikum. Dalam penggunaan alat dan dalam membaca skala, jika terjadi kesalahan maka akan mempengaruhi keberhasilan yang akan kita dalam praktikum kita. Selain itu juga dapat berrpengaruh terhadap keselamatan praktikan (Anonim, 2010).
Dalam melakukan praktikum di laboratorium, banyak faktor yang harus di perhatikan oleh praktikan di dalam penggunaan alat-alat di laboratorium. Salah satunya adalah tingkat sanitasi peralatan di dalam laboratorium. Kebersihan alat adalah hal yang sangat penting yang harus di perhatikan oleh praktikan karena kebersihan alat yang tidak bersih dapat menyebabkan hasil yang di peroleh dalam praktikum tidak akurat dan juga dapat mengakibatkan kegagalan dalam praktikum.
Bukan hanya itu saja, di dalam laboratorium banyak terdapat bahan-bahan beracun berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan ataupun keracunan pada praktikan. Setiap bahan-bahan beracun itu memiliki ukuran tingkat bahaya bagi tubuh manusia terutama bahan beracun yang memberikan efek kronis yaitu NAB (Nilai Ambang Batas) atau TLV (Threshold Limit Value) (Wawan, 2010).
Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan oleh para praktikan di dalam penggunaan alat-alat di laboratorium. Antara lain adalaha kebersihan, tak dapat di pyngkiri bahwa kebersihan alat adalah hal penting yang harus di perhatikan karena kebersihan alat tersebut dapat mempermudah kita dalam melakukan praktikum tanpa harus mencucinya terlebih dahulu (Anonim, 2010).
Menurut Tjurmin Ginting (2006), alat gelas yang sering di gunakan dalam laboratorium kimia antara lain :
1. Biuret yang terdiri dari tipe kran kaca, kran karet, dan biuret dengan ujung melengkung.
2. Alat pemindah terdiri dari :
 Alat pemisah campuran padat-cair ( alat penyaring).
Contoh : Corong biasa, Corong buchner.
 Alat pemisah campuran cair-cair ( corong pamisah ).
Contoh : Kertas saring dan corong pemisah.
3. Beker glas di gunakan sebagai tempat larutan dan juga untuk memanaskan / meguapkan suatu larutan.
4. Alat pengukur volume terdiri dari : gelas ukur, pipet pemindah, dan labu ukur.
5. Labu gelas terdiri dari labu alas datar, labu alasa bulat, dan erlenmeyer.
Erlenmeyer digunakan sebagai tempat yang akan di titrasi, sedangkan alat yang lain untuk mengencerkan zat.
6. Tabung reaksi dan alat penjepit. Tabung reaksi digunakan untuk mereaksikan suatu zat kimia dalam jumlah kecil. Untuk memegang tabug reaksi setelah di panaskan digunakan alat penjepit tabung.
Penggunaan alat-alat di atas dengan tepat sangat penting untuk di ketahui agar pekerjaan yang kita lakukan berjalan sesuai dengan prosedurnya. Misalkan pada penggunaan biuret hal yang harus diperhatikan antara lain, dalam menggunakan harus tegak lurus, pengosongan biuret tidak boleh terlalu cepat, dan pembacaan minicus harus tepat. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat mempengaruhi hasil yang akan di peroleh.


B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengenali dan memahami fungsi dari alat-alat yang digunakan di laboratorium, khususnya biokimmia.

`






















II. TINJAUAN PUSTAKA
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses berlangsungnya ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, spektometer dan lain-lain (Taiyeb, 2006).
Secara umum fungsi setiap alat diberikan secara umum, karena tidak mungkin semua fungsi diutarakan, dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alat laboratorium dapat digunakan dalam waktu relative lama dan dalam keadaan baik, perlu pemeliharaan dan penyimpanan yang memadai (Wirjosoemarto, 2004).
Porselen sebagai bahan pembuat alat laboratorium mempunyai keunggulan tahan (resistant) terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat terbuat dari porselen biasanya diupam (glazir), sehingga bahan porselen tidak tembus sinar. Selain bahan porselen, masih ada lagi bahan alat laboratorium yang terbuat dari plastic. Plastik dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok tergantung dari bahan
penyusunnya. Coba perhatikan alat laboratorium, misalnya corong, botol kimia, atau gelas kimia. Alat-alat tadi dapat bersifat keras atau lentur, atau tembus sinar, tembus pandang atau tidak tembus sinar. Hal tersebut disebabkan karena bahannya berbeda. Bahan penyusun plastic berupa Polythene, Polypropylene, PVC dan Styrene (Wirjosoemarto, 2004).
Melakukan suatu percobaan di laboratorium, kadang-kadang harus dipilih bahan peralatan yang cocok, sehingga tidak keliru atau salah pengertian mengenai sifat bahan peralatan tersebut. Peralatan gelas harus selalu bersih, yaitu dicuci dengan larutan deterjen yang cukup hangat. Bila memungkinkan perlu dibilas dengan basa atau asam, lalu dibilas sekali lagi dengan air bersih. Sebelum digunakan, peralatan gelas tersebut dibilas sekali lagi dengan larutan yang akan digunakan yang akan di simpan dalam peralatan tersebut. Peralatan gelas seperti pipet, labu takar dan lain- lain, sangat teliti dan merupakan produksi kerajian dan teknologi yang berkualitas tinggi. Namun demikian ketelitian tidak akan berarti bila selama analisa, penggunaan alat dan prosedur tidak dikakukan dengan cermat dan tepat (Hala, 2009).
Menurut Junaidi (2009) Cara kerja sterilisasi adalah cara kerja agar terhindar dari kontaminasi, cara kerja steril ini digunakan pada pembuatan media, pemeriksaan kultur dan pembuatan preparat. Sterilisasi dapat dilakukan secara;
1. Fisik di bagi menjadi beberapa bagian antara lain:
a.”Hot air Sterilization” oven. Bahan dari gelas dibungkus dengan alumunium
foil, suhu 170-250°C selama 2 jam.
b. Panas basah dengan tekanan, suhu 121°C selama 15 menit. Alat yang
digunakan adalah autoclav caranya: alat-alat gelas dibungkus lagi dengan
alumunium foil.
c. Pressure Cooker, caranya: panaskan air mendidih, biarkan klep uap terbuka
agar keluar uap kemudian klep uap ditutup, lihat suhu dan tekanan, bila suhu telah 121°C dengan tekanan 1,5 atm, dijaga konstan selama 15 menit. Kemudian buka klep uap hingga tercapai tekanan nol, dan setelah suhu mencapai suhu kamar, alat dan bahan dikeluarkan.
1.Kimia yaitu dengan menggunakan zat-zat kimia seperti desinfektan, antiseptik
2.Radiasi yaitu dengan menggunakan sinar Ultraviolet, biasanya digunakan pada
ruangan dan alat-alat plastik.
3.Filter yaitu dengan menggunakan membran filter dan Vacum Pump
Pensterilan dengan uap tekanan dilakukan dalam outoklaf. Dalam outoclaf ini uap berada dalam keadaan jenuh, dan peningkatan tekanan mengakibatkan suhu yang tercaoai lebuh tinggi, yaitu dibawah tekanan 15 ib (2 ATM). Suhu dapat meningkat mencapai 121 derajat Celcius. Bila uap itu dicampur dengan udara yang sama banyak, pada tekana yang sama, maka suhu yang tercapai hanya 110oC. Itu sebabnya udara dalam outoclaf harus dikeluarkan sampai habis untuk memperoleh suhu yang diinginkan (121 derajat celcius). Dalam suhu tersebut mikroorganisme dapat dimusnahkan dalam waktu yang tidak lama yaitu sekitar 15-20 menit
(Irianto, 2006).


III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.Tempat Dan Waktu
Ppraktikum pengenalan alat ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian, pada hari senin 20 September 2010 pukul 08.30 WIB.

B. Alat Dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam prakrikum Pengenalan Alat ini yaitu: pipet ukur, gelas ukur, spatula besi, pipet volume, erlenmeyer, spatula gelas, pipet tetes, corong, ball pipet, thermometer, labu ukur, tabung reaksi dan beaker gelas.

C. Cara kerja
Adapun cara kerja dari praktikum kali ini yaitu mendengarkan penjelasan asisten tentang alat lalu setelah dijelaskan para praktikan mencatat nama, fungsi, cara kerja alat dan menggambar










IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
No Nama Alat Fungsi Cara Kerja Gambar
1 Beker gelas Untuk mengambil larutan dalam larutan tertentu Bersihkan terlebih dahulu dan keringkan kemudian dapat di pakai untuk mengambil larutan.

2 Labu Ukur Tempat membua larutan atau pengenceran Masukkan larutan yang akan diencerkan sesuai volume yang di inginkan
3 Gelas Ukur Untuk mengambil larutan dalam skala tertentu Masukan cairan, perhatriakan tinggi larutan sampai volume yang diinginkan
4 Biuret Untuk penetrasi dimana didalamnya terdapat alat titran Larutan penitrasi dimasukkan kedalam biuret sampai volume penuh kemudian buka kran secara perlahan hingga terjadi tetesan dan arahkan k4elarutyan yang akan di titrasi
5. Spatula Untuk megaduk sesuat atau mengambil larutan Cuci terlebih dahulu,dan keringkan kemudisn aduk larutan ang akan di campur
6. Erlenmeyer Tempat larutan sementara sebelum dititrasi Masukan larutan yang akan di titrasi
7. Pipet volume Untuk memindahkan larutan dalam skala tertentu Dapat digunakan dengan Ball pipet
8. Pipet ukur Untuk memindahkan larutan dalam skala tertentu Dapat digunakan dengan Ball pipet
9 Pipet tetes Untuk mengambil sejumlah larutan dalam skala kecil Masukan pipet kedalam cairan, tekan karet, lalu lepaskan secara perlahan dan angkat pipet dari cairan tersebut.
10 Corong Untuk memisahkan larutan dari masa jenis berbeda Letakkan corong pada gelas ukur atau labu ukur lalu tuangkan larutan melalui corong.
11 Tabung reaksi Tempat untuk melarutkan suatu larutan Masukan zat kimia yang akan di reaksikan
12 Mortal Untuk menghancurkan atau menghaluskan zat. Taruh zat atau bahan yang akan dihancurkan kedalam mortar lalu tumbuk
13 Penjepit tabung Untuk menjepit tabung reaksi pada saat pemanasan. Tekan bagian penjepit tabung, letakkan tabung reaksi ke penjepit.
14 Neraca analitik Untuk menimbang jumlah zat yang akurat. Taruh bayhan yang digunakan pada neraca,atat berat yang di tunjukan.
15 Kurs porselen Sebagai tempat pengabuhan Taruh bahan yang akan digunakan dan dipanaskan.
16 Hot plate Digunakan untuk pemanasan diatas 100◦C Hidupkan alat, atur tuas suhu letakkan
Diatas bahan yang ingin dipanaskan.
17 Ball pipet Biasanya di gunakan untuk mengambil zat asam pekat. Tombol A untuk mengempeskan, tombol S untuk menghisap larutan, dan tombol E untuk mengeluarkan larutan
18 Kondensor Untuk pendinginan balik dalam analisa lemak Masukan larutan yang akan di dinginkan dalam analisa lemak.
19 Kertas saring Untuk memisahkan / menyaring zat cair dengan zat padat. Letakkan kertas saring di dalam erlenmeyer, lalu tuangkan perlahan larutan yang akan di pisahkan.
20 Spatula besi Memindahkan zat padat Ambil bahan yang berupa padatan dengan menggunakan ujung spatula yang berbentuk seperti sendok
21 Termometer Mengukur suhu Ketika mengukur jangan dipegang bagian termometernya.
22 Water bath Untuk pemanasan dibawah 100◦C Letakkan tabung reaksi pada water bath lalu nyalakan waterbath tunggu sampai panas.



B. Pembahasan
Adapun pembahasan yang dapat saya ambil dari praktikum pengenalan alat yaitu praktikum ini memiliki tujuan agar kita sebagai praktikan dapat mengenal dan mengetahui tentang cara kerja, fungsi dan perawatan alat tersebut agar alat- alat yang kita gunakan dapat bertahan lama. Alat-alat yang digunakan laboratorium biasanya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.
Apabila kita telah mengetahui cara kerja sekaligus fungsi alat-alat laboratorium dapat mempermudah kita dalam melaksanakan praktikum setelah kita mengetahuinya satu per satu. Alat-alat laboratorium dibagi menjadi beberapa jenis yaitu alat-alat yang terbuat dari kaca atau gelas. Alat-alat yang terbuat dari gelas atau kaca ini bersifat mudah pecah. Oleh karena itulah kita harus mengetahui cara menjaga alat tersebut.
Setelah kita mengenal dan mengetahui fungsi dan cara kerja masing-masing alat dapat menghindari kita dari kesalahan penggunaan alat tersebut. Karena apabila kita tidak mengetahui cara kerja dan fungsi masing-masing alat, kita dapat melakukan kesalahan yang nantinya dapat berbahaya bagi kita maupun praktikan yang lainnya. Kesalahan yang sekecil apapun dapat merubah hasil dari praktikum kita.
Beberapa contoh alat yang digunakan dalam laboratorium yaitu gelas ukur digunakan untuk mengambil zat cair dengan ketepatan kira-kira. Labu ukur digunakan sebagai tempat pengencer larutan. Ball pipet memiliki fungsi untuk mengambil larutan dan mengeluarkan larutan. Ball pipet memiliki 3 bagian dimana bagian yang bertanda E untuk mengempeskan ball pipet, bagian A untuk mengeluarkan larutan dan bagian S memiliki fungsi untuk mengambil larutan.
Adapun alat untuk mengambil larutan yaitu pipet. Pipet ini memiliki bebetapa jenis yaitu pipet tetes untuk mengambil larutan dengan ketepan yang lebih baik daripada labu ukur, pipet volume dengan volume 10 ml untuk mengambil larutan yang terbatas dan pipet ukur digunakan untuk mengambil larutan dengan ketepatan yang lebih baik.
Spatula ada yang terbuat dari kaca dan besi. Spatula besi terbuat dari besi dengan memiliki 2 sisi yang satu berbentuk sendok yang nantinya digunakan untuk mengaduk larutan dan yang lain berbentuk seperti sekop yang berguna untuk mengambil sampel dan memindahkan zat padat. Spatula kaca memiliki 1 sisi yang berbentuk sendok berfungsi untuk mengaduk larutan dan terbuat dari kaca.
Corong pemisah digunakan untuk memisahkan larutan gumnna mendapatkan hasil yang di peroleh dalam praktikum, tabung reaksi untuk mereaksikan suatu zat dalam jumlah yang kecil, neraca analitik berfungsi untuk menimbang sejumlah zat, rak tabung reaksi digunakan untuk meletakkan tabung reaksi, kondensor di gunakan untuk penetrasi lemak, mortal digunakan untuk menghancurkan zat atau bahan untuk di haluskan.












V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan pengenalan alat ini didapat adalah sebagai berikut.
1. Praktikan dapat mengenal macam – macam alat dan bahan yang di gunakan dalam laboratorium biokimia.
2. Dapat mengetahui fungsi dan cara kerja alat –alat yang di gunakan di dalam laboratorium biokimia.
3. Dapat mengetahui beberapa bahan dan alat yang berbahaya di laboratorium.
4. Kesalahan dalam penggunaan alat akan mempengaruhi hasil yang di peroleh.
5. Sebelum praktikum alat – alat yang digunakan sebaaiknya dalam keadaan steril.

B. Saran
Adapun saran saya , selain mengetahui jenis-jenis alat yang ada di dalam laboratorium maka kita juga harus mengetahui bagaimana cara merawat alat-alat tersebut agar tidak mudah terjadinya kerusakan atau pecah.











DAFTAR PUSTAKA
Lahay, Tutje. 2004. Teknik Laboratorium. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Ginting, Tjurmin. 2003. Penentuan Praktikum Kimia Dasar I. Universitas Sriwijaya. Palembang.
Wirjosoemarto.K, dkk. 2004. Teknik Laboratorium. Jica. IMSTEP
Ali, Alimuddin. 2005. Mikrobiologi Dasar Jilid I.: Badan enerbit Universitas Negeri Makassar. Makasar.
Irianto, Koes. 2007.Mik robiologi. Yrama Widya. Bandung.
Junaidi, Wawan. 2010. Definisi Sterilisasi.http://w aw an- junaidi.blogs pot.com /2009/ 07/definisi-sterilisasi.html . Diakses pada tanggal 25 September 2010.
Hala, Yusminah, Oslan Jumadi. 2009. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Taiyeb, M. 2006. Pengenalan Alat Laboratorium. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Anonim, 2010. Pengenalan Alat (Online) http:// all4chemistry.blogspot.com /2010/02/ pengenalan-alat-laboratorium.html. diakses 25 September 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar